« Back

‘Dugderan’ marks the beginning of Ramadhan

p7300206

DUGDERAN merupakan tradisi masyarakat Semarang didalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan. Pada eranya Dugderan merupakan sarana komunikasi pemerintah untuk memberitahukan akan datangnya Bulan Ramadhan dan biasanya diselenggarakan satu hari sebelum datangnya bulan Ramadhan . Untuk perayaan Dugderan kali ini jatuh pada hari Sabtu tanggal 4 Juni 2016.
Tradisi ini meliputi, kegiatan pasar rakyat dilanjutkan karnaval dengan rute dimulai dari Balai Kota Semarang – Jalan Pemuda – Masjid Agung Semarang – Jalan Kartini – Jalan Jolotundo – Masjid Agung Jawa Tengah yang akan dimeriahkan oleh marching band, peserta pakaian adat (Bhineka Tunggal Ika), Warak Ngendog yang menjadi icon tradisi ini yaitu sejenis patung dengan bentuk unik, gabungan dari naga dan kambing yang merupakan simbol persatuan dan kesatuan dari berbagai golongan dan etnis yang tinggal di kota Semarang.


Dugderan is a tradition in Semarang for welcoming the holy month of Ramadan. It is part of media for the government to tell people that Ramadhan is coming and this year Dugderan will be held one day before the arrival of Ramadan. Which this time falls on Saturday June 4, 2016.
This tradition includes, activities popular market continued with a carnival starting from Semarang Town Hall – Pemuda Street – The Mosque of Semarang – Kartini Street – Jolotundo Street- The Mosque of Central Java, marching band, participants of custom clothing (Unity in Diversity), Warak Ngendog that became icon of this tradition is a kind of sculpture with a unique shape, a combination of dragon and goats which are a symbol of the unity of various ethnic groups and living in the city of Semarang.