« Back

Keroncong Show

gebyar_keroncong

Musik Keroncong berawal dari musik yang dibawa pedagang dan pelaut Portugis, ketika mereka tiba di Nusantara mulai abad ke 16 M (tahun 1500an). Musik keroncong dikembangkan dari musik ini, terutama terlihat dari pengaruh ukulele dan gitar yang berasal dari alat musik Portugis yang diaebut braquinha. Namun, beberapa tahun terakhir ini musik keroncong mulai meredup karena munculnya musik-musik populer yang masuk ke industri musik Indonesia. Maka untuk menjaga antusiasme masyarakat akan musik keroncong, aktivis keroncong bekerjasama dengan Pemkot Semarang untuk mengadakan Gebyar Keroncong yang dilaksanakan secara rutin pada hari Rabu minggu ke-3 setiap bulan di Taman Budaya Raden Saleh Semarang.


Keroncong music originated from the music that Portuguese traders and sailors brought when they arrived in the archipelago from the 16th century AD (1500s). Keroncong music developed from this music, especially seen from the influence of ukulele and guitar that comes from the Portuguese musical instrument called braquinha. However in the last few years, keroncong music began to fade due to the popular music that went into the Indonesia’s music industry. So to keep the community’s enthusiasm for keroncong music, keroncong activists cooperate with Semarang City Government to hold Gebyar Keroncong which is held regularly on Wednesday 3rd week of every month at Taman Budaya Raden Saleh Semarang.