« Back

Rewanda Carnival at Goa Kreo

kera_goa_kreo_sesaji_rewanda

Kawasan Goa Kreo dipercaya masyarakat setempat dahulunya pernah digunakan Sunan Kalijaga untuk bertapa. Selain itu, kawasan Goa Kreo dahulunya juga menjadi tempat Sunan Kalijaga mencari kayu jati untuk pembangunan Masjid Agung Demak.

Goa Kreo masuk wilayah Dukuh Talun Kacang Desa Kandri Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Saat ini, kawasan obyek wisata Goa Kreo juga menjadi lokasi bendungan Jatibarang yang berfungsi sebagai pengendali banjir Kota Semarang. Goa Kreo saat ini juga dihuni berbagai spesies monyet ekor panjang. Setiap tahunnya pada hari ke-3 bulan Syawal atau sepekan setelah Idul Fitri, Pemkot Semarang menyelenggarakan tradisi budaya Kirab Sesaji Rewanda yang kali ini rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 13 Juli 2016. Sesuai namanya, Rewanda yang artinya monyet, sesaji ini memang ditujukan untuk member makan bagi monyet-monyet yang selama ini menghuni kawasan Goa Kreo.
Kawasan Goa Kreo dipercaya masyarakat setempat dahulunya pernah digunakan Sunan Kalijaga untuk bertapa. Selain itu, kawasan Goa Kreo dahulunya juga menjadi tempat Sunan Kalijaga mencari kayu jati untuk pembangunan Masjid Agung Demak.
Goa Kreo masuk wilayah Dukuh Talun Kacang Desa Kandri Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Saat ini, kawasan obyek wisata Goa Kreo juga menjadi lokasi bendungan Jatibarang yang berfungsi sebagai pengendali banjir Kota Semarang. Goa Kreo saat ini juga dihuni berbagai spesies monyet ekor panjang. Setiap tahunnya pada hari ke-3 bulan Syawal atau sepekan setelah Idul Fitri, Pemkot Semarang menyelenggarakan tradisi budaya Kirab Sesaji Rewanda. Sesuai namanya, Rewanda yang artinya monyet, sesaji ini memang ditujukan untuk memberi makan bagi monyet-monyet yang selama ini menghuni kawasan Goa Kreo.
Ada tiga tujuan warga Kandri melestarikan tradisi ini. Pertama, bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan keselamatan selama ini. Kedua, ritual arak-arakan dengan mengusung replika batang kayu jati tersebut merupakan bagian dari napak tilas Sunan Kalijaga saat ke Goa Kreo yang dahulu merupakan kawasan hutan jati. Sunan Kalijaga mencari batang kayu jati pilihan untuk mendirikan Masjid Agung di Demak. Ketiga, ritual sesaji ini juga untuk memberi makan para monyet yang merupakan bentuk upaya warga untuk menjaga keseimbangan alam dan hewan di kawasan Kreo.


Goa Kreo trusted by local people were used Sunan Kalijaga to be imprisoned. Moreover, the area of Goa Kreo is also home to Sunan Kalijaga to find the teak wood for the construction of the Great Mosque of Demak.

Goa Kreo is in the area of Dukuh Talun Kacang Kandri Village, Gunungpati. Which is currently the location of dam Jatibarang that serves as a flood control of Semarang. The area is inhabited by various species of long tailed monkeys. Each year on 3rd day of Shawwal or the week after Idul Fitri, the government organize a cultural tradition Carnival Rewanda that will be held on 13th July 2016. As the name implies, Rewanda means monkey, the tradition are intended to feed the monkeys that inhabit  the area of Goa Kreo.

In the beginning of Rewanda Carnival there will be a hundreds of people carrying the tumpeng, lepet, crops and fruits from Kampong Kandri to Goa Kreo. Then, in forefront stands four people dressed as monkeys in red, yellow, white and black. The next row is replica of teak wood which taken by Sunan Kalijaga and last are the dancers.

There are three objectives of people to preserve this tradition. First, the form of gratitude to God for the gift and safety for over the years. Second, the ritual of carrying replica of teak wood are part of the trail of Sunan Kalijaga in Goa Kreo. Sunan Kalijaga looked for teak wood to established The Great Mosque Demak. Third, the tradition of feeding the monkeys is the efforts of people to preserve the balance of nature and animal in Kreo.